Jurnal Wawasan dan Inspirasi Kehidupan

Bank Sampah, Manajemen Efektif Pengelolaan Sampah

Jangan pernah menganggap enteng masalah sampah. Ya, sampah kadang menjadi musuh paling serius dalam...

Budaya Sambat, Gotong Royong yang Mulai Luntur

Tanpa kita sadari namun sangat kita rasakan, banyak kebaikan dan kearifan yang hilang seiring berjalannya zaman. Dulu, jika..

Programer : Seniman Tingkat Tinggi?

Judul di atas mungkin terlalu “narsis” atau terkesan menempatkan programer pada derajat yang amat terpuji. Tapi agaknya itu yang

Membaca Soekarno, Soeharto dan Indonesia Kita

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya

Sebentar Lagi, Guru Akan Tersingkir?

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya menjalankan fungsi “pengajaran”, pakai komputer saja. Tidak usah dan tidak perlu bimbingan guru.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Inilah 3 Pekerjaan Paling Menyenangkan Sepanjang Masa!

Yap, kali ini jurnalva.com akan menyajikan artikel dengan tema yang enjoy. Oke kita mulai saja. Sesuai judul, artikel ini akan mengulas tentang 3 pekerjaan paling menyenangkan dan paling mengasyikan sepanjang masa! Penasaran kan?

Pekerjaan paling menyenangkan pertama versi jurnalva adalah, Pemandu Acara Wisata Kuliner. Pernah lihat kan di televisi? Bayangkan saja coba, pekerjaan pemandu acara kuliner itu, kerjaanya disuruh jalan-jalan alias plesir, kemudian mencari tempat-tempat makan yang unik, khas dan otomatis uenak alias maknyus. Disuruh nicipin makanan, menilai lalu memberi kesimpulan soal cita rasa. Kurang greget apa coba? Agan-agan semua pengen kan jadi pemandu acara wisata kuliner? Gajinya juga tinggi lho. Dah gitu sering nongol di layar kaca. Jadi hits dan banyak fans kan??

Pekerjaan paling menyenangkan kedua, adalah fotografer di bidang travelling. Ini juga greget. Bayangkan, para fotografer itu pasti kan hobinya jeprat-jepret alias membidik objek-objek indah. Nah, kemudian dia kerjanya khusus memfoto dan meliput tempat-tempat wisata indah diseluruh penjuru dunia. Tinggal plesir, jeprat-jepret, review tempat wisata. Kemudian dibayar mahal. Bayangkan! Kerjanya liburan kan? Pengen nggak kalian?

Pekerjaan paling menyenangkan ketiga nih, adalah  pemain bola. Otomatis yang kelas dunia dong. Yang baru tingkat RT, atau kelurahan, saya doakan deh kelak akan jadi pemain bintang! Diaminkan dalam hati ya.

Gimana nggak asyik coba jadi pemain sepak bola ternama. Bayangkan kalau anda itu Christiano Ronaldo, Messi atau pemain mega bintang favorit anda. Udah ganteng, kaya raya, baik hati dan banyak penggemarnya. So, secara gitu. Main bola kan hoby, menyehatkan, semua kalangan suka, dah gitu dibayar mahal. Kurang greget apa coba! Asal, tambahin ya : tinggi, besar, ganteng. Lengkap sudah. Hehe

Nah, itu tiga pekerjaan paling menyenangkan versi jurnalva. Kalau kategori “paling mulia, paling diminati, paling bergengsi, paling mahal dan paling.... yang lain, silahkan cari sendiri.

Eh, saya tambahin yang keempat ya, agar tidak ada yang protes. Bahwa semua pekerjaan itu, kalau dinikmati, disyukuri dan dicintai, pasti mengasyikan kok. Bekerja itu kuncinya adalah “bisa melaksanakan tugasnya dengan baik”, dan selesailah perkara. Mau dia CEO, founder, komisaris utama, direktur utama,  Presiden , Menteri, pemimpin redaksi, jurnalis, artis, Guru, Polisi, TNI, petani, nelayan sampai pemulung-pun semua adalah profesi yang mulia. Soal bosan, jenuh, butuh piknik, butuh apresiasi dan penghargaan, itu lumrah dan manusiawi. Kemudian yang pasti, semua pekerjaan itu pasti memiliki resiko. Nah, manajemen resiko itu yang wajib ditata dengan baik.

Udah dulu yah artikelnya, yang mau protes silahkan. Sampai jumpa lain waktu.


Author : Adi Esmawan, owner jurnalva.com
Share:

Perhatikan 3 Hal ini Agar Tidak Terjebak “Setan Kredit”!


Saat ini, kita hidup di era yang serba mudah untuk membeli atau memiliki suatu barang meskipun dompet belum cukup uang. Yah, fasilitas kredit pembiayaan atau leasing menawarkan berbagai kemudahan, kenyamanan dan iming-iming yang menggiurkan bagi konsumen untuk melakukan kredit beraneka macam barang. Mulai dari barang kebutuhan rumah tangga, elektronik, motor atau mobil hingga properti.

Alhasil, peningkatan daya beli di negeri ini terdongkrak naik cukup tajam sejak perusahaan multifinance atau kredit pembiayaan gencar  melakukan ekspedisi produknya. Data yang diperoleh jurnalva.com dari berbagai sumber menemukan bahwa volume kredit pembiayaan tertinggi ditempati oleh  sepeda motor (66%), diikuti mobil (22%), dan sisanya adalah barang elektronik, properti, dan kebutuhan rumah tangga.

Tak pelak, ada yang menyatakan bahwa hidupnya industri otomotif di tanah air harus mengakui karena didukung oleh perusahaan multifinance. Tanpa bantuan kredit pembiayaan, mungkin jumlah sepeda motor dan mobil di negeri ini tidak melonjak tajam selama satu dasawarsa terakhir.

Nah, di tengah tawaran berbagai kredit pembiayaan yang begitu mudahnya, anda harus berhati-hati dalam mengatur keuangan. Jangan sampai, anda terlanjur terperangkap dalam kredit ini dan kredit itu kemudian mengalami “macet” sehingga berdampak pada kerugian finansial. Kredit pembiayaan memang sangat membantu kita untuk memiliki barang sebelum memiliki cukup uang. Namun disisi lain, fasilitas kredit bisa menjadi bumerang yang dapat menikam sendi-sendi perekonomian keluarga.

Untuk menghindari jebakan “setan kredit”, perhatikan tiga hal berikut :
Pertama, sesuaikan dengan estimasi jumlah pendapatan bersih keluarga. Artinya, kalkulasikan dengan baik jumlah pendapatan dikurangi biaya pengeluaran rutin keluarga. Baru setelah itu estimasikan pengeluaran untuk kredit barang yang diinginkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Atau, tanggungan kredit anda berbenturan dengan pengeluaran pokok yang lebih penting, misalnya uang sekolah anak, biaya kesehatan dan lain-lain.

Kedua, jangan tergiur dengan uang muka (down payment/DP) yang kecil atau bunga kredit yang ringan. Jika uang muka kecil, kemungkinan angsurannya besar dan bunga kreditnya besar. Jika bunganya yang ringan, biasanya ada syarat dan ketentuan berlaku. Semua itu biasanya merupakan strategi perusahaan multifinance untuk mendongkrak konsumen.

Ketiga, membelilah karena fungsinya, bukan karena gengsi. Ini yang terpenting. Banyak orang yang memaksakan diri membeli barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan namun sekedar gengsi untuk bergaya hidup mewah.  Apalagi tiap hari, di layar kaca iklan-iklan mengiming-imingi kita untuk membeli ini dan membeli itu.

Dan terakhir, mari kita revolusi mental kita untuk menjadi orang yang menghasilkan, bukan hanya memakai. Artinya kita menjadi produsen, bukan hanya pandai jadi konsumen. Bangsa yang tangguh dan disegani di kancah percaturan dunia adalah bangsa yang mampu berkarya, kemudian karyanya di eksportir ke berbagai negara. Lhah kita kok senang sekali beli ini dan beli itu yang kebanyakan impor?


Mudah-mudahan bermanfaat. Ayoo, belilah karena butuh, bukan karena ingin!

Author : Adi Esmawan, owner jurnalva.com
Share:

5 Hal yang Wajib Dihindari Saat Melamar Kerja

Usai  lulus menempuh pendidikan, baik SMK/SMA maupun perguruan tinggi, pastilah kita dihadapkan pada dua hal : melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan. Mungkin bagi yang punya banyak modal, bisa membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Meskipun ini sulit dan jarang yang melakukanya karena kebanyakan setelah lulus ingin bekerja menjadi karyawan atau pegawai negeri.

Nah, bagi kamu yang hendak melamar kerja untuk pertama kalinya, berikut lima hal yang wajib dihindari saat kamu melamar kerja.

Pertama, jangan pernah mengajukan lamaran pekerjaan yang  kamu yakin tidak bisa melakukannya. Artinya, jika kamu tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan sama sekali di bidang pekerjaan yang ada di lowongan, jangan pernah coba-coba mengajukan lamaran. Resiko kamu ditolak sangat besar dan kalaupun diterima, justru kamu akan merusak  kepercayaan karena kamu tidak bisa menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan.

Kecuali, perusahaan atau tempat kerja menyediakan waktu untuk uji coba atau training dan pelatihan. Ini menjadi tidak masalah. Namun jika perusahan atau tempat kerja tidak memberikan kesempatan untuk berlatih, sebaiknya urungkan niatmu untuk melamar kerja di bidang itu. Cari bidang lain yang menjadi bakat dan kamu sudah memiliki keahlian untuk itu. Karena pada prinsipnya, bekerjalah sesuai skill dan kemampuanmu.

Kedua, hindarilah perilaku menyepelekan berkas lamaran. Banyak pelamar pemula yang menyepelekan kelengkapan dokumen lamaran pekerjaaan. Misalnya membuat SKCK, Kartu Kuning, legalisasi Ijazah, dan menulis tangan surat lamaran. Lengkapi dan uruslah kelengkapan dokumen dengan sebaik-baiknya. Atau usahakan jauh-jauh hari menyiapkan semua dokumen sebelum deadline. Banyak lamaran yang ditolak atau gagal diapprove hanya gara-gara masalah kecil macam ijazah belum dilegalisir, kurang pas foto, dan surat lamaran salah. Bersemangatlah mengurus segalanya dengan teliti.

Ketiga, jangan grogi dan hindari percaya diri terlalu berlebihan saat sesi wawancara atau interview. Bagi kamu yang suka nervous alias grogi, sebaiknya berlatih dulu di depan cermin. Kemudian persiapkan sebaik mungkin jawaban-jawaban yang cemerlang, realistis dan relevan terhadap kemungkinan pertanyaan si pewawancara. Juga jangan terlalu over percaya diri sehingga memberikan jawaban yang terlalu muluk-muluk, tidak realistis dan berlebihan.

Keempat, hindari penggunaan uang atau suap saat melamar kerja. Ini menjadi sangat penting ketika kejujuran dan kepercayaan sedang krisis di negeri ini. Sedikit-sedikit pakai uang untuk memperoleh jabatan ini dan itu. Menyuap demi memperoleh pekerjaan adalah tindakan memalukan, tidak bergengsi dan menunjukan bobroknya integritas. Lebih baik berkali-kali ditolak karena bersih dan tidak pakai amplop daripada diterima namun hasil dari menyuap. So, kepercayaan dan kejujuran adalah modal tak ternilai dan tidak boleh tergadai oleh apapun!

Kelima, janganlah bersikap sombong atau “jual mahal” saat melamar pekerjaan. Ketika anda sudah memutuskan untuk melamar pekerjaan, maka itu menandakan anda membutuhkan pekerjaan tersebut. Meskipun anda orang yang sangat berprestasi dengan nilai akademik yang tinggi, namun tetaplah bersikap rendah hati, bersahaja. Tunjukan kinerja yang bagus serta dedikasi yang tinggi saat anda sudah diterima. Itu sudah cukup menjadi penanda bahwa anda bukanlah orang sembarangan. Kemudian hormatilah seluruh orang yang anda jumpai di perusahaan atau calon tempat kerja dimana anda melamar. Berikan kesan pertama anda sebagai orang yang ramah, murah senyum, familier dan memiliki kecakapan antar personal yang tinggi.


Selamat melamar kerja yah, mudah-mudahan bermanfaat. Maaf kalau ada salah. Kritik dan saran silahkan di kolom komentar.
Share:

Ekonomi Digital : Belanja Sambil Bobo Cantik

Anda  gemar berbelanja online? Ya, tahun 2015 merupakan era kebangkitan dunia e-comerce dimana trafic transaksi digital semakin melejit. Dari ujung jari, anda bebas pilah-pilih barang yang diinginkan tanpa harus repot-repot pergi ke pusat perbelanjaan, terjebak macet, membuang banyak energi, atau tawar menawar barang yang kadang menyita waktu.

Kini, untuk memesan barang incaran, kita tinggal mengetikan nama produk atau brand produk di kolom search pada situs e-comerce ternama, macam tokopedia, bukalapak, bli-bli, elevenia, lazada, zalora dan lain sebagainya. Kita tinggal mengklik “beli” kemudian proses pembayaran dan tinggal menunggu barang datang.

Dan menjawab semua itu, dunia perbankan juga terus mengembangkan sistemnya. Kini, untuk membayar semua jenis tagihan, anda sudah tidak perlu lagi repot-repot pergi ke bank atau ATM. Berbagai layanan macam mobile banking, internet banking, sms banking, hingga e-payment atau uang virtual sudah menyajikan kemudahan. Tinggal anda punya banyak saldo atau tidak.

Transaksi ekonomi kini berada di genggaman anda. Sambil “bobo cantik”, anda sudah bisa memborong ini dan itu. Apalagi menjelang detik-detik pergantian tahun. Tawaran diskon menggiurkan dan fantastis, kadang meningkatkan gairah anda untuk terus berbelanja. Hingga tidak jarang banyak konsumen yang terjebak diskon. Bukanya hemat malah boros.

Belanja online juga memiliki banyak kekurangan. Karena interaksi yang dilakukan penjual dan pembeli tidak secara langsung, maka terjadi pengikisan hubungan kemanusiaan di satu sisi. Tidak akan kita jumpai senyum yang ramah, tawar-menawar yang indah, atau hubungan kekeluargaan yang terbangun alami dari sistem ekonomi tradisional.

Dengan terus meningkatnya trafik belanja online, tentu ini merupakan angin segar bagi para pelaku bisnis online yang rata-rata perusahaan besar. Hal ini tentu sedikit banyak menjadi ancaman bagi pelaku usaha di dunia nyata yang memiliki toko fisik dan pasar tradisional.

Keluhan-keluhan pemilik toko fisik di mangga dua atau di pasar klewer solo-misalnya, merupakan contoh kecil yang bukan tidak mungkin akan menjadi percikan kecil bagi pelaku usaha lain yang serupa. Dan, nanti pada waktunya akan menjadi bom waktu : e-comerce membunuh sektor riil atau UMKM.


Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, belanja online sudah menjadi tren gaya hidup yang akan terus berkembang pesat. Tak ada yang bisa mencegah atau menghambat itu. Termasuk regulasi dan aturan. Kita tinggal tunggu saja, medan pertempuran bernama “pasar”  akan menjadi pembantaian baru ekonomi Indonesia, atau sebaliknya, menjadi penggenjot roda ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Share:

E-Commerce dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Ada yang menyentak, ketika kini kawasan pertokoan elektronik dan komputer terbesar di Indonesia, yakni kawasan Mangga Dua, Jakarta, banyak yang tutup alias gulung tikar. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan jumlah pembelian komputer baik berbentuk dekstop (PC), laptop, tablet, maupun smartphone yang terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Ternyata, penyebab utama menurunnya volume penjualan di toko-toko besar adalah semakin menjamurnya toko online. Kini, untuk membeli komputer tidak perlu repot-repot pergi ke Mangga Dua atau toko elektronik ternama. Cukup memesan di situs toko online seperti Lazada, Tokopedia, Elevenia dan lain sebagainya melalui layar komputer. Pembeli rela menambah ongkos kirim lebih mahal daripada harus langsung datang ke toko fisiknya.

Hal serupa juga berlaku untuk produk atau barang-barang lain. Mulai dari aneka fashion, aksesories rumah tangga, ATK, meubelair, hingga cemilan atau makanan ringan dapat dipesan secara online. Bukan tidak mungkin, di kemudian waktu toko-toko fisik untuk komoditas tententu, harus ikut menyalin rupa menjadi toko online agar tetap survive di tengah persaingan yang semakin ketat.

E-commerce (istilah umum dari perdagangan online/elektronik), adalah dunia baru kegiatan ekonomi yang masih menjanjikan peluang. Bahkan, Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengumpulkan para pakar IT untuk mendiskusikan peran IT dan e-commerce dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertanyan yang menggelitik kita, sudah siapkah manusia Indonesia menghadapi persaingan e-commerce? Sudah siapkah masyarakat kita untuk berubah atau bermigrasi ke kultur digital? Bagaimana keadaan ekonomi Indonesia, jika kebanyakan produk e-commerce adalah produk impor (bukan produk lokal?

Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan dan juga anak-anak muda (baik di desa maupu kota), mungkin budaya online sudah menjadi cara hidup keseharian. Meskipun kebanyakan baru digunakan untuk sosial media. Lambat laun, masyarakat akan semakin mengerti tentang e-commerce dan dua kemungkinan akan terjadi : tertarik atau tetap nyaman di kultur tradisional.

Ingat, bahwa perdagangan online bukanlah tanpa resiko dan kekurangan. Ada beberapa hal yang sering dikeluhkan seperti integritas penjual, kasus penipuan online, judi online, penyelundupan narkoba, pencurian kartu kredit, hingga ketidaksesuaian antara gambar dengan barang yang dibeli.

Namun, melirik geliat pasar e-commerce yang kian menjanjikan, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Mulai dari jasa pengiriman barang, distributor produk tertentu, atau ikut berjualan di lapak yang sudah disediakan oleh situs pasar online.

Peluang mengembangkan produk lokal dan kuliner tradisional juga terbuka lebar, meskipun harus berani bersaing dengan kompetitor ternama atau bahkan dari luar negeri.

Simpulan akhir, kita telah memasuki era baru, yakni e-commerce. Mungkin saja, tahun-tahun mendatang, kita akan memesan sate dari kamar tidur lewat ­e-commerce. Gaya baru, cara baru, tradisi baru dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Bersiap-siaplah. Kembangkan skill dan kompetensimu!


Penulis : Adi Esmawan----
Share:

Kemarau Panjang, Apa Kabar Budidaya Ikan Air Tawar?


Jurnalva.com- Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat produktifitas budidaya ikan air tawar menurun drastis. Defisit air di beberapa daerah menyebabkan  sebagian petani ikan “kalang-kabut”, bahkan ada yang harus merugi karena gagal panen. Banyak juga yang mensiasati kekurangan air dengan terpaksa menggunakan air PDAM.

Masalah  tersebut juga  berpengaruh di daerah yang memang banyak sumber air seperti lereng pegunungan dan dekat dengan hutan. Di daerah kecamatan Karangkobar dan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, misalnya. Meskipun daerah tersebut tergolong zona “surplus air”, namun kekurangan air untuk pengairan kolam tetap terjadi karena debit air sungai yang menurun drastis di musim kemarau. Ditambah lagi, terjadi perebutan air dengan para pernggarap lahan pertanian dan kebutuhan rumah tangga yang kadang juga memicu konflik.

Partono (48), salah satu pemilik kolam di desa Tempuran mengakui, kekurangan air di musim kemarau kali ini sungguh sangat memberatkan petani ikan. Selain banyak ikan yang mati, khususnya jenis ikan emas dan “melem” yang memang butuh air dengan kuantitas banyak dan kualitas yang jernih.

Meskipun  demikian, kondisi pasar ikan di wilayah  Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya masih lancar dan stabil. Tidak terjadi fluktuasi kenaikan harga ikan. Di pasar ikan Karangkobar, misalnya, harga ikan mujair masih standar, berkisar Rp.25.000,-/Kg. Sementara untuk ikan lele Rp. 18.000,-/Kg. Untuk ikan emas atau “wader” masih bertengger di angka Rp. 60.000,-/Kg. Sementara ikan koi yang merupakan ikan hias juga masih wajar. Artinya, tidak ada inflasi berarti di komoditas ikan air tawar, tidak seperti daging ayam dan daging sapi yang meroket akibat kondisi makroekonomi. 

Solusi kekurangan air untuk kolam budidaya ikan masih bisa disiasati dengan memanfaatkan air sisa kegiatan pertanian. Atau dapat juga menggunakan sistem siklus air. Jadi  air hanya diputarkan sebagai siklus untuk membuat kadar oksigen dan Ph tetap stablil. Meski cara ini harus merubah struktur sistem pengairan kolam.
Mudah-mudahan, musim kemarau panjang segera berakhir agar para petani ikan dapat bernafas lega.

Adi Esmawan. Owner jurnalva.com
Share:

Budidaya Lebah Madu dan Keseimbangan Lingkungan

Lebah madu atau tawon, serangga kecil bersayap dan hidup berkoloni yang sungguh istimewa. Saking istimewanya, kitab suci Al Qur’an mengabadikanya dalam Suroh An Nahl (Lebah Madu) dan disebutkan dengan jelas “ Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.” (Q.S An Nahl : 68-69).

Khasiat madu bagi kesehatan manusia sudah terbukti secara turun-temurun dan teruji secara medis. Untuk itu, budidaya lebah madu layak dijadikan pertimbangan bisnis bagi anda yang tinggal di daerah pegunungan nan sepi.

Namun, beternak lebah madu tidaklah mudah. Karena tatangan utama yang dihadapi adalah kualitas cuaca. Namun bagi yang berhasil, lebah madu akan menjadi ladang rezeki dan tinggal diunduh secara berkala.

Perlu diperhatikan, bahwa jenis lebah madu ada beberapa macam, diantaranya adalah lebah hutan yang bersarang di pohon-pohon di tengah hutan. Untuk jenis ini, tidak perlu perawatan dan perhatian serius. Anda hanya bermodal keberanian dan tekad yang kuat untuk memanjat pohon dan mengunduh madu dengan resiko disengat lebah hutan yang agresif jika diusik makhluk lain. Untuk mengatasinya, gunakan pengaman standar dan penutup badan yang memadai.

Jenis kedua adalah lebah madu yang biasa dibudidayakan di rumah-rumah dengan kotak kayu. Lebah jenis ini tidak terlalu agresif. Untuk perawatan, pastikan di sekitar areal rumah lebah tersedia aneka bunga dan tanaman yang memadai sebagai makanan lebah. Jika tidak, lebah akan mengungsi atau migrasi ke tempat lain dan meninggalkan sarang.

Makanan lebah adalah serbuk sari dan nektar bunga. Semakin banyak persediaan bunga tanaman di sekitar sarang, semakin betah lebah berkoloni di tempat itu.

Untuk pemanenan madu, dilakukan secara berkala dan ekstra hati-hati. Bukan hanya hati-hati mencegah sengatan lebah, namun juga waspada pengrusakan terhadap rumah koloni lebah dan calon lebah baru.

Budidaya lebah erat berkaitan dengan keseimbangan lingkungan hidup. Jumlah tanaman berbunga yang kian sedikit dan pepohonan yang semakin jarang, memaksa populasi lebah madu khususnya lebah hutan semakin menurun.

Perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu juga sangat berdampak tidak baik terhadap kehidupan lebah madu. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan calon lebah mati. Apalagi pemanasan suhu yang ekstrem. Lebah hanya mampu bertahan hidup dengan kisaran suhu 25 derajat celcius.

Anda tertarik dengan lebah madu?


Adi Esmawan, owner www.jurnalva.com
Share:

Mendulang Dollar dengan Ikan Koi

Bagi  penggemar ikan hias, jenis ikan koi merupakan ikan air tawar yang paling banyak diminati. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kolektor ikan koi yang rata-rata dari golongan ekonomi menengah ke atas.

Di  Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah misalnya, kolektor  terkemuka ikan koi adalah Bapak Supri, pengusaha toko emas setempat. Dan jika kita menengok kolektor  domestik apalagi lintas negara, kolektor ikan hias air tawar mungil ini juga dari kalangan pengusaha.

Nah, bagi anda yang tertarik membudidayakan ikan koi, cukup modal kecil dengan menyediakan sebidang kolam. Persyaratan paling mutlak dari budidaya ikan koi adalah ketersediaan air yang jernih dan siklus air yang teratur. Jika tidak, maka bisa dipastikan usaha anda gagal total.

Budidaya ikan koi hampir mirip ikan emas karena keduanya dari spesies yang sama. Namun untuk menghasilkan ikan koi dengan corak warna yang menarik dan memiliki harga mahal, perlu ketelatenan dalam proses pengawinan silang. Ini yang juga harus diperhatikan.

Ada tiga lingkup utama budidaya ikan koi,  yakni pembibitan, pendederan dan pembesaran. Usaha yang paling mudah adalah pembesaran. Karena kita tinggal membeli bibit kecil kemudian dipelihara agar tumbuh dan memenuhi klasifikasi untuk bisa dijual.

Jika sudah menemui jalan  kemudahan membudidayakan ikan koi, maka untuk pangsa pasar tidaklah sulit. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa 80% eksportir ikan koi berasal dari Indonesia. Negara tujuan eksport ikan koi terbesar adalah Singapura, Jepang, dan Tiongkok.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pakan, pencegahan penyakit, dan gangguan dari predator atau pemangsa. Namun hal ini bisa diminimalisir dengan tindakan preventif yang lebih dini.


Nah, bagi anda yang sedang galau mencari inspirasi bisnis. Budiaya ikan koi layak dipertimbangkan. Bukan hanya rupiah yang akan anda raih, tapi juga dolar. 
Share:

Bank Sampah : Manajemen Efektif Pengelolaan Sampah

Jangan pernah menganggap enteng masalah sampah. Ya, sampah kadang menjadi musuh paling serius dalam kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah yang amburadul, tidak tertata atau asal-asalan, akan memicu kondisi lingkungan yang kumuh, tidak sehat dan menyebabkan malapetaka seperti banjir dan wabah penyakit pandemi (menular).

Di lingkungan padat penduduk misalnya, jika sampah rumah tangga dibuang sembarangan atau tidak ada manajemen pengelolaan sampah yang benar, maka bisa dibayangkan apa yang terjadi. Drainase penuh sampah, air comberan meluber,  lalat penyebab penyakit berterbangan,  wabah penyakit menyeruak, dan kondisi lingkungan hidup dipastikan : tidak layak.

Akhir-akhir ini, banyak solusi ditawarkan untuk setidaknya mengurai masalah sampah. Diantara yang paling efektif adalah konsep Bank Sampah atau menabung sampah. Lho kok?

Bank sampah adalah penampung sampah, kemudian dikelola sedemikian rupa agar sampah tersebut menghasilkan income atau nilai ekonomis. Masyarakat sekitar tinggal menyetor sampah dengan kategori dan klasifikasi tertentu. Pihak bank akan mencatat nilai rupiah tabungan sampah sesuai dengan kesepakatan.



Sampah rumah tangga yang sudah tidak memiliki nilai, dapat disulap menjadi sesuatu yang menambah income melalui bank sampah. Konsepnya sederhana, yaitu mengumpulkan sampah kemudian diolah menjadi sesuatu yang lebih berarti. Tentu saja proses pengelolaan itu dikelola oleh manajemen Bank Sampah. Ada beberapa orang yang harus mendedikasikan tenaga dan waktunya untuk menjadi pegawai bank sampah sekaligus pengepul sampah.

Mekanisme awal bank sampah adalah mengelompokkan sampah rumah tangga menjadi tiga, yakni sampah organik, anorganik dapat didaur ulang, dan anorganik tidak dapat di daur ulang. Jenis sampah yang boleh ditabungkan ke bank sampah adalah jenis sampah organik dan anorganik yang dapat didaur ulang. Sedangkan sampah tidak berguna (anorganik tak dapat didaur ulang) seperti plastik kemasan dan sterefoam sebaiknya diminimalisir penggunaanya.

Nah, untuk jenis sampah yang bisa ditabungkan seperti sisa-sisa makanan hasil limbah rumah tangga, dipisahkan tersendiri dan diolah menjadi bahan campuran pupuk kompos. Dapat juga dijadikan pakan ikan lele. Namun yang paling mudah adalah untuk campuran kompos.

Cara membuatnya, silahkan buat lubang agak besar untuk pengolahan. Siapkan bahan pembuatan kompos yakni jerami, rerumputan dan kapur gamping. Kemudian tinggal tambahkan limbah hasil rumah tangga dan juga kotoran ternak. Proses selanjutnya tinggal menunggu waktu untuk menjadi kompos.

Untuk  jenis sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti botol plastik, kardus, dan lain-lain, dapat disetorkan ke pengepul barang bekas atau diolah sendiri menjadi kerajinan. Namun cara paling mudah adalah menyetorkanya ke pengepul rongsok. Sekali lagi, semua kegiatan ini dilakukan oleh manajemen bank sampah. Masyarakat sekitar tinggal menyetor sampah dengan kategori dan klasifikasi tertentu. Pihak bank akan mencatat nilai rupiah tabungan sampah sesuai dengan kesepakatan. Dengan demikian, permasalahan sampah dapat sedikit ditanggulangi untuk meminimalisir pencemaran lingkungan hidup.



Author : Adi Esmawan, owner jurnalva.com
Share:

Menjadi Kaya Raya dengan Berkebun Pepaya


Kota Malang, Jawa Timur adalah surganya kebun buah-buahan. Selain apel sebagai komoditas utama, ada mangga, jeruk dan juga pepaya tumbuh dengan subur. Hebatnya lagi, buah-buahan di sana tidak mengenal musim dan dapat berbuah sepanjang tahun. Maklum, perkebunan buah disana  dikelola dengan intensif dan campur tangan ilmu pengetahuan lebih mendominasi.

Sesuai judul artikel ini, jurnalva.com akan mereview kisah inspiratif menjadi kaya raya dengan berkebun pepaya. Jangan salah, jika sudah menjadi jalan rezeki, kemudahan berusaha akan begitu mudah anda raih.

Adalah bapak Soekamto (42), seorang juragan pepaya asal Malang, Jawa Timur yang sukses menjadi eksportir pepaya hingga ke manca negara. Saat ini, beliau sudah mempekerjakan sekitar 80 orang pekebun dan sedang merintis usaha pengolahan pepaya berbasis teknologi pengolahan hasil pertanian. Berikut ilmu yang diringkas jurnalva.com seputar budidaya pepaya.

Pepaya merupakan tanaman perdu yang bisa tumbuh hingga 3 meter. Batang pepaya berongga, jaringannya lunak dan berair. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar samping yang lunak. Pertumbuhan akar dangkal dan agak lemah. Jadi, pepaya tidak seperti pohon mangga atau apel yang memiliki akar cukup kuat.

Budidaya pepaya bisa dilakukan di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Namun ketinggian lahan optimalnya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering pohon pepaya masih bisa berbuah dengan bantuan penyiraman teratur.

Drainase tanah yang baik sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya pepaya. Genangan air akan menyebabkan busuk akar pada tanaman pepaya. Tanaman ini menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7.

Seperti lazimnya budiaya, pemilihan bibit unggul menjadi syarat utama. Bagi anda yang ingin menyemai bibit sendiri, pastikan memilih dari jenis varietas pepaya unggulan. Untuk menghindari kegagalan pembuatan bibit, anda dapat memesan bibit pepaya di sentra penjualan bibit pepaya.

Untuk penyiapan lahan perkebunan, pertama-tama, lahan dicangkul atau dibajak untuk menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter, panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam. Berikut ketentuannya :

1.   Budidaya pepaya <0,2 Ha jarak tanamnya 2×2 meter
2.   Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter
3.   Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam, ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. Ketika menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1-2 minggu.


Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Kemudian masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah kedalam lubang tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam yang telah tertutup selama 1-2 minggu.


Berikut ini tips-tips yang diberikan Prof. Sobir dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor, untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna.

1.    Amati saat pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bila bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar saat umur 4 bulan. Bila berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut dan disulam dengan bibit lain.

2.    Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari hingga terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1-2 bulan kemudian.


3.    Bila setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus dicabut.

4.    Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, bila kita menerapkan metode penanaman dua pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya bisa dibesarkan satu pohon sempurna saja.


Pemupukan susulan dimulai 2 minggu setelah bibit dipindahkan. Pemupukan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya. Kedalaman parit kurang lebih 5-10 cm, campuran pupuk diletakkan pada parit tersebut. Berikut ketentuan pemupukan budidaya pepaya:

1.   Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr per pohon
2.   Pemupukan kedua, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
3.   Pemupukan ketiga, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
4.   Pemupukan keempat, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
5.   Pemupukan selanjutnya setiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon

Pemanenan
Budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9-14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas budidaya pepaya berkisar 20-35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung dari kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya.

Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon. Cirinya terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Bila hasil panen akan dipasarkan ke tempat yang jauh, bisa dipetik lebih dini.

Nah, bagi anda yang tertarik ingin menjadi kaya raya dengan berkebun pepaya, silahkan dipertimbangkan, kalkulasi yang matang dan selamat mencoba

Salam inspirasi.

Sumber referensi : www.alamtani.com

Kontributor : Dharmawan Yudhistira

Editor : Adi Esmawan
Share:

Juragan Pisang Gaji Manajer

Siapa sangka, lelaki paruh baya berpenampilan sederhana dan tinggal di desa ini berpenghasilan fantastis. Adalah Taslim (48), warga Limbangan Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara yang berprofesi sebagai juaragan pisang dengan omset per-harinya mencapai puluhan juta rupiah.

Pisang merupakan buah yang sangat pupuler di masyarakat dan dapat tumbuh di segala tempat. Jenisnya beragam, ada pisang kepok, ambon, raja, pisang tanduk, pisang emas, dan lain sebagainya.

Taslim  awalnya hanya seorang tengkulak pisang keliling dengan modal dua ratus ribu. Ia membeli pisang dari petani di pedesaan yang masih mentah dengan harga per tandan sekitar 15 – 20 ribuan. Kemudian ia matangkan secara alami (tanpa menggunakan karbit dan bahan kimia).

Usaha ini terus berkembang pesat setelah Taslim memberanikan diri meminjam kredit perbankan dengan bunga ringan. Ia meminjam dari bank sepuluh juta. Kemudian mengumpulkan pisang dari para petani secara lebih intensif.

Hasilnya, saat ini beliau sudah memiliki satu buah truk dan dua unit pick up bak terbuka untuk operasional sehari-hari. Pisang mentah maupun matang ia kirimkan ke luar daerah seperti Semarang, Jakarta, Bandung hingga Banten.

Saat ini, Taslim mulai melakukan pembenahan  bisnis yang ketat. Mulai dari sortasi jenis pisang, kualitas, dan packing atau pengemasan saat pengiriman. Usahanya yang terus berkembang itu diberi label “gedhang jaya”.

Dari kerja kerasnya, saat ini ia mendapatkan keuntungan bersih sedikitnya 14 juta perbulan. Jauhh di atas pegawai golongan Pembina/IV.a. yang hanya sekitar 4 juta. Bahkan, hampir setara dengan manajer hotel bukan?


Silahkan bagi yang terinspirasi, gerbang rezeki ada di sekitar kita. Jemputlah peluang bisnis. Jangan menunggu peluang datang menghampiri anda karena mungkin saat itu anda sedang tidur pulas.

Salam inspirasi!
Share:

TIPS MENGATASI HAMBATAN BISNIS

Menjadi pengusaha merupakan pilihan hidup. Indeks jumlah pengusaha di Indonesia masih di bawah standar dengan ratio perbandingan antara pengusaha dengan non pengusaha 10 : 2. Jika dikonversi kedalam prosentase, hanya sekitar 20% dari populasi hidup manusia Indonesia yang menjadi wirausaha.

 Maklum, setiap usaha pasti ada hambatan, kendala dan pasang surut bahkan badai yang tidak dapat ditebak sebelumnya. Dalam sejarah para pengusaha sukses, tidak ada yang berjalan mulus dan bebas hambatan.

Nah, bagi anda yang mulai merintis usaha kecil, kenali hambatan dalam berusaha. Kemudian, antisipasi dan cari inspirasi tentang bagaimana mengatasinya.

Berikut hambatan usaha dan berbisnis yang telah dirangkum oleh tim jurnalva.com.

1.   Modal
Usaha apapun, pasti membutuhkan modal. Baik itu modal materil (finance) maupun modal non materil seperti ketrampilan hidup (life skill) dan kemauan kuat. Dua-duanya sama-sama penting dan harus bersinergi, berjalan berdampingan.

Terkadang, banyak orang yang memiliki kemauan dan bakat untuk berusaha, namun tidak memiliki modal pendanaan untuk usaha. Ini hambatan pertama.

Cara mengatasinya, calon pengusaha yang memang memiliki keterampilan dapat mengajukan pinjaman kredit perbankan dengan bunga ringan. Saat ini, jasa kredit perbangkan dan kredit pembiayaan (leasing) sangat banyak. Anda dapat menggadaikan apa yang bisa dijadikan jaminan atau agunan. Dengan catatan, hutang yang anda ajukan akan digunakan untuk usaha, bukan untuk konsumtif.

Sampai dengan saat ini, pemerintah telah menggelontorkan miliyaran rupiah untuk program kredit ringan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI, Kredit Pembangunan Ekonomi (KPE), dana PUAP di Kementerian Pertanian yang dikelola oleh Gapoktan Desa, dan fasilitas kredit lainya.


2.   Kompetisi/ Persaingan Usaha

Hambatan bisnis yang paling berat dihadapi adalah persaingan. Sekarang, persaingan bisnis semakin ketat dengan menjamurnya outlet waralaba (francise) yang merupakan jaringan usaha  besar.
Karena itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus pandai menambahkan nilai jual (brand) agar tidak kalah saing. Diantaranya, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, memperbaiki pelayanan kepada para costumer dan pantang menyerah.

Salah satunya, adalah melakukan dan menyediakan apa yang tidak mereka miliki. Serta membangun sebuah identitas atau ciri khusus yang menjadi kode unik sebuah usaha.


3.   Pangsa Pasar dan Krisis
Mungkin karena nilai tukar rupiah yang naik turun, pengaruh harga BBM hingga kondisi politik dapat mempengaruhi daya beli masyarakat sehingga membuat bisnis semakin lesu. Ada baiknya, setiap pelaku usaha memiliki dana cadangan dan asuransi untuk mengatisipasi jika terjadi sesuatu yang diluar kekuasaanya.

Inovasi dan strategi pemasaran yang baik juga akan meningkatkan pangsa pasar dan daya beli masyarakat sehingga usaha kita tetap survive di tengah gonjang-ganjing ekonomi sekalipun.



4.   Hutang dan Piutang
Nah, kendala yang satu ini sering membuat usaha terhenti atau gulung tikar. Pelanggan yang tidak disiplin dalam membayar hutang atau penguaha yang mengalami palilit karena tidak bisa memanajemen hutang adalah kasus umum yang terjadi di mana-mana.
Solusinya, adalah soal kedisiplinan dan manajemen anggaran. Jangan biarkan pelanggan yang hobi menunggak hutang dipertahankan. Buang jauh-jauh pelanggan yang memiliki reputasi buruk soal hutang. Lebih baik kita kehilangan satu-dua pelanggan daripada usaha kita gulung tikar.

Kemudian, lakukan pencatatan keluar masuk keuangan dengan jelas dan dispilin agar pengusaha juga tidak telat bayar hutang. Jangan pernah sekali-kali menggunakan uang modal untuk konsumsi atau mengurangi nilai modal. Belanjalah sesuai dengan margin keuntungan bisnis anda. Artinya, jangan sampai besar pasak daripada tiang.


Demikian review inspirasi bisnis jurnalva.com kali ini. Sapai bertemu di review selanjutnya.

Author : Adi Esmawan, CEO and Owner Jurnalva.com
Share:

Definition List

Unordered List

Support