Jurnal Wawasan dan Inspirasi Kehidupan

Bank Sampah, Manajemen Efektif Pengelolaan Sampah

Jangan pernah menganggap enteng masalah sampah. Ya, sampah kadang menjadi musuh paling serius dalam...

Budaya Sambat, Gotong Royong yang Mulai Luntur

Tanpa kita sadari namun sangat kita rasakan, banyak kebaikan dan kearifan yang hilang seiring berjalannya zaman. Dulu, jika..

Programer : Seniman Tingkat Tinggi?

Judul di atas mungkin terlalu “narsis” atau terkesan menempatkan programer pada derajat yang amat terpuji. Tapi agaknya itu yang

Membaca Soekarno, Soeharto dan Indonesia Kita

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya

Sebentar Lagi, Guru Akan Tersingkir?

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya menjalankan fungsi “pengajaran”, pakai komputer saja. Tidak usah dan tidak perlu bimbingan guru.

Tampilkan postingan dengan label Tani dan Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tani dan Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Kemarau Panjang, Apa Kabar Budidaya Ikan Air Tawar?


Jurnalva.com- Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat produktifitas budidaya ikan air tawar menurun drastis. Defisit air di beberapa daerah menyebabkan  sebagian petani ikan “kalang-kabut”, bahkan ada yang harus merugi karena gagal panen. Banyak juga yang mensiasati kekurangan air dengan terpaksa menggunakan air PDAM.

Masalah  tersebut juga  berpengaruh di daerah yang memang banyak sumber air seperti lereng pegunungan dan dekat dengan hutan. Di daerah kecamatan Karangkobar dan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, misalnya. Meskipun daerah tersebut tergolong zona “surplus air”, namun kekurangan air untuk pengairan kolam tetap terjadi karena debit air sungai yang menurun drastis di musim kemarau. Ditambah lagi, terjadi perebutan air dengan para pernggarap lahan pertanian dan kebutuhan rumah tangga yang kadang juga memicu konflik.

Partono (48), salah satu pemilik kolam di desa Tempuran mengakui, kekurangan air di musim kemarau kali ini sungguh sangat memberatkan petani ikan. Selain banyak ikan yang mati, khususnya jenis ikan emas dan “melem” yang memang butuh air dengan kuantitas banyak dan kualitas yang jernih.

Meskipun  demikian, kondisi pasar ikan di wilayah  Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya masih lancar dan stabil. Tidak terjadi fluktuasi kenaikan harga ikan. Di pasar ikan Karangkobar, misalnya, harga ikan mujair masih standar, berkisar Rp.25.000,-/Kg. Sementara untuk ikan lele Rp. 18.000,-/Kg. Untuk ikan emas atau “wader” masih bertengger di angka Rp. 60.000,-/Kg. Sementara ikan koi yang merupakan ikan hias juga masih wajar. Artinya, tidak ada inflasi berarti di komoditas ikan air tawar, tidak seperti daging ayam dan daging sapi yang meroket akibat kondisi makroekonomi. 

Solusi kekurangan air untuk kolam budidaya ikan masih bisa disiasati dengan memanfaatkan air sisa kegiatan pertanian. Atau dapat juga menggunakan sistem siklus air. Jadi  air hanya diputarkan sebagai siklus untuk membuat kadar oksigen dan Ph tetap stablil. Meski cara ini harus merubah struktur sistem pengairan kolam.
Mudah-mudahan, musim kemarau panjang segera berakhir agar para petani ikan dapat bernafas lega.

Adi Esmawan. Owner jurnalva.com
Share:

Indonesia dan Ketahanan Pangan di Masa Depan

Masalah pangan adalah problematika serius yang akan dihadapi bangsa-bangsa seluruh dunia di abad ini. Laju pertumbuhan penduduk yang tidak berbanding seimbang dengan produksi pangan akan menyisakan sederet masalah, mulai dari kelangkaan pangan, fluktuasi harga, hingga gonjang-ganjing ekonomi yang berdampak pada stabilitas negara.

Mungkin, kita perlu memimjam istilah populer Sheila Graham “food is the most primitive form of comfort” (makanan adalah bentuk kesenangan yang paling primitif). Mantan Meneg Ristek, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zuhal, M.Sc. EE bahkan menambahkan ucapan Graham di atas, “namun lebih dari itu, dalam pangan terkandung identitas dan harga diri bangsa.

Artinya, persoalan pangan bukan perkara main-main. Bahkan keutuhan negara dipertaruhkan dengan masalah “perut” yang kini justru dianggap “sederhana” oleh kalangan cendekiawan dan intelektual.

 Harga kebutuhan pokok atau sembako yang stabil, adalah peletak  dasar kesejahteraan masyarakat. Swasembada pangan adalah soal harga diri bangsa di mata dunia. Jika beras, kedelai, daging, bahkan garam saja masih impor, maka negara ini masih butuh perbaikan mendasar. Ironisnya, Indonesia bukanlah negara “sempit” dengan produktifitas pertanian yang rendah.

Di era orde baru, masalah pangan begitu menjadi pusat perhatian pemerintah. Melalui tri logi pembangunan, yakni stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan, rezim Soeharto dikenang “berhasil” dalam mengatasi masalah pangan.  Bahkan sebagian besar infastruktur pertanian seperti irigasi dan waduk, adalah hasil peninggalan orde baru.

Namun akhir-akhir ini, banyak diberitakan mahalnya harga komoditas pangan di tanah air. Akar masalahnya tentu saja dimulai dari ketidakmampuan Indonesia untuk memproduksi pangan dalam jumlah memadai untuk kebutuhan penduduknya. Kedua, adalah soal peran pemerintah dalam mengendalikan inflasi harga pangan.

Pemerintah harus bekerja keras. Tim ekonomi harus melakukan terobosan-terobosan di bidang ketahanan pangan dan tidak hanya berkutat pada teori yang ada pada buku-buku dan diskusi akademik. Jangan sampai, tim ekonomi Presiden Jokowi dianggap amatir.

Juga, pemerintahan Jokowi jangan hanya memprioritaskan gembar-gembor “negara maritim”, namun mengabaikan pertumbuhan sektor agribisnis atau pertanian. Di laut kita jaya, di daratan harus makmur.

Tengok kembali salah satu program nawa cita yang didengungkan oleh Presiden Jokowi dulu saat kampanye, “ Kami akan mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan perbaikan irigasi rusak dan jaringan irigasi di 3 Juta hektar sawah; 1 Juta hektar lahan sawah baru di luar Jawa; pendirian Bank Petani dan UMKM; Gudang dengan fasilitas pengolahan pasca panen di tiap sentra produksi. Kami akan melakukan langkah pemulihan kualitas kesuburan lahan yang air irigasinya tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, penghentian konversi lahan produktif untuk usaha lain, seperti industri, perumahan dan pertambangan.”

Segera realisasikan janji itu. Karena, dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,66 persen per tahun, penduduk Indonesia pada tahun 2020 diprediksi mencapai 288 juta jiwa. Jika demikian, bisa dibayangkan peliknya masalah pangan Indonesia di masa depan. Bersiap-siaplah.


Adi  Esmawan, owner www.jurnalva.com
Share:

Menjadi Kaya Raya dengan Berkebun Pepaya


Kota Malang, Jawa Timur adalah surganya kebun buah-buahan. Selain apel sebagai komoditas utama, ada mangga, jeruk dan juga pepaya tumbuh dengan subur. Hebatnya lagi, buah-buahan di sana tidak mengenal musim dan dapat berbuah sepanjang tahun. Maklum, perkebunan buah disana  dikelola dengan intensif dan campur tangan ilmu pengetahuan lebih mendominasi.

Sesuai judul artikel ini, jurnalva.com akan mereview kisah inspiratif menjadi kaya raya dengan berkebun pepaya. Jangan salah, jika sudah menjadi jalan rezeki, kemudahan berusaha akan begitu mudah anda raih.

Adalah bapak Soekamto (42), seorang juragan pepaya asal Malang, Jawa Timur yang sukses menjadi eksportir pepaya hingga ke manca negara. Saat ini, beliau sudah mempekerjakan sekitar 80 orang pekebun dan sedang merintis usaha pengolahan pepaya berbasis teknologi pengolahan hasil pertanian. Berikut ilmu yang diringkas jurnalva.com seputar budidaya pepaya.

Pepaya merupakan tanaman perdu yang bisa tumbuh hingga 3 meter. Batang pepaya berongga, jaringannya lunak dan berair. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar samping yang lunak. Pertumbuhan akar dangkal dan agak lemah. Jadi, pepaya tidak seperti pohon mangga atau apel yang memiliki akar cukup kuat.

Budidaya pepaya bisa dilakukan di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Namun ketinggian lahan optimalnya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering pohon pepaya masih bisa berbuah dengan bantuan penyiraman teratur.

Drainase tanah yang baik sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya pepaya. Genangan air akan menyebabkan busuk akar pada tanaman pepaya. Tanaman ini menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7.

Seperti lazimnya budiaya, pemilihan bibit unggul menjadi syarat utama. Bagi anda yang ingin menyemai bibit sendiri, pastikan memilih dari jenis varietas pepaya unggulan. Untuk menghindari kegagalan pembuatan bibit, anda dapat memesan bibit pepaya di sentra penjualan bibit pepaya.

Untuk penyiapan lahan perkebunan, pertama-tama, lahan dicangkul atau dibajak untuk menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter, panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam. Berikut ketentuannya :

1.   Budidaya pepaya <0,2 Ha jarak tanamnya 2×2 meter
2.   Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter
3.   Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam, ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. Ketika menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1-2 minggu.


Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Kemudian masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah kedalam lubang tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam yang telah tertutup selama 1-2 minggu.


Berikut ini tips-tips yang diberikan Prof. Sobir dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor, untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna.

1.    Amati saat pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bila bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar saat umur 4 bulan. Bila berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut dan disulam dengan bibit lain.

2.    Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari hingga terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1-2 bulan kemudian.


3.    Bila setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus dicabut.

4.    Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, bila kita menerapkan metode penanaman dua pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya bisa dibesarkan satu pohon sempurna saja.


Pemupukan susulan dimulai 2 minggu setelah bibit dipindahkan. Pemupukan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya. Kedalaman parit kurang lebih 5-10 cm, campuran pupuk diletakkan pada parit tersebut. Berikut ketentuan pemupukan budidaya pepaya:

1.   Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr per pohon
2.   Pemupukan kedua, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
3.   Pemupukan ketiga, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
4.   Pemupukan keempat, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
5.   Pemupukan selanjutnya setiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon

Pemanenan
Budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9-14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas budidaya pepaya berkisar 20-35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung dari kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya.

Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon. Cirinya terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Bila hasil panen akan dipasarkan ke tempat yang jauh, bisa dipetik lebih dini.

Nah, bagi anda yang tertarik ingin menjadi kaya raya dengan berkebun pepaya, silahkan dipertimbangkan, kalkulasi yang matang dan selamat mencoba

Salam inspirasi.

Sumber referensi : www.alamtani.com

Kontributor : Dharmawan Yudhistira

Editor : Adi Esmawan
Share:

Juragan Pisang Gaji Manajer

Siapa sangka, lelaki paruh baya berpenampilan sederhana dan tinggal di desa ini berpenghasilan fantastis. Adalah Taslim (48), warga Limbangan Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara yang berprofesi sebagai juaragan pisang dengan omset per-harinya mencapai puluhan juta rupiah.

Pisang merupakan buah yang sangat pupuler di masyarakat dan dapat tumbuh di segala tempat. Jenisnya beragam, ada pisang kepok, ambon, raja, pisang tanduk, pisang emas, dan lain sebagainya.

Taslim  awalnya hanya seorang tengkulak pisang keliling dengan modal dua ratus ribu. Ia membeli pisang dari petani di pedesaan yang masih mentah dengan harga per tandan sekitar 15 – 20 ribuan. Kemudian ia matangkan secara alami (tanpa menggunakan karbit dan bahan kimia).

Usaha ini terus berkembang pesat setelah Taslim memberanikan diri meminjam kredit perbankan dengan bunga ringan. Ia meminjam dari bank sepuluh juta. Kemudian mengumpulkan pisang dari para petani secara lebih intensif.

Hasilnya, saat ini beliau sudah memiliki satu buah truk dan dua unit pick up bak terbuka untuk operasional sehari-hari. Pisang mentah maupun matang ia kirimkan ke luar daerah seperti Semarang, Jakarta, Bandung hingga Banten.

Saat ini, Taslim mulai melakukan pembenahan  bisnis yang ketat. Mulai dari sortasi jenis pisang, kualitas, dan packing atau pengemasan saat pengiriman. Usahanya yang terus berkembang itu diberi label “gedhang jaya”.

Dari kerja kerasnya, saat ini ia mendapatkan keuntungan bersih sedikitnya 14 juta perbulan. Jauhh di atas pegawai golongan Pembina/IV.a. yang hanya sekitar 4 juta. Bahkan, hampir setara dengan manajer hotel bukan?


Silahkan bagi yang terinspirasi, gerbang rezeki ada di sekitar kita. Jemputlah peluang bisnis. Jangan menunggu peluang datang menghampiri anda karena mungkin saat itu anda sedang tidur pulas.

Salam inspirasi!
Share:

Peternak Itik Petelur: Sebelum Subuh Saya Sudah Gajian

Inspirasi bisnis Jurnalva.com kali ini akan mereview tentang  bisnis peternakan bebek (itik) petelur. Saat ini, usaha budidaya itik petelur belum sebanyak usaha ayam petelur. Memang, kebutuhan pasar akan telur ayam berbanding jauh  dengan kebutuhan telur bebek.

Bebek atau itik lebih dibudidayakan sebagai penghasil daging untuk konsumsi. Hal ini dikarenakan proses penggemukan dan pembesaran itik dianggap lebih mudah daripada mengharapkan itik jadi penghasil telur.

Namun lain halnya dengan kisah sukses seorang Soemardji (46). Warga Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan ini sukses sebagai peternak bebek petelur. Usaha yang ditekuninya dengan pantang menyerah sejak tahun 1998 ini berbuah manis. Dengan modal awal tidak lebih dari 50 ekor bebek dan pernah mati semua terkenan wabah penyakit. Karena tidak putus asa, saat ini, Pak Marji (begitu ia akrab disapa), sudah memiliki sekitar dua belas  ribu ekor bebek petelur dengan aset mencapai lebih dari setengah miliyar rupiah.

Setiap pagi sebelum subuh, sekitar sepuluh ribu ekor menghasilkan satu butir telur. Jadi total telur yang diproduksi setiap harinya adalah  1.000 Kg dengan harga satuan per butir adalah Rp. 1500. Jadi, jumlah yang dihasilkan perhari adalah Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Sedangkan biaya pakan dan operasional per hari sekitar Rp. 5.000.000,-. Artinya, pendapatan bersih tiap harinya adalah Rp. 10.000.000,- Kalau satu bulan? Ya, benar. Gaji satu bulan peternak bebek mencapai Rp. 300.000.000 (tiga ratus  juta rupiah) tanpa hari libur. Luar biasa bukan? Ini melebihi gaji Presiden yang hanya delapan puluh juta perbulan. Bahkan, sebelum shubuh peternak bebek sudah gajian.


Itu baru pendapatan pokok dari telur bebek. Ada lagi  pendapatan sampingan dari kotoran dan bebek afkir. Jadi banyak sekali nilai tambah yang diberikan. Meskipun setiap usaha pasti mengandung resiko seperti hama dan penyakit. Namun jika tindakan preventif (pencegahan) lebih dioptimalkan, maka hambatan apapun siap diterabas.

Untuk pemasaran telur bebek, anda tidak akan kebingungan mengingat banyak toko, warung makan, minimarket dan supermarket besar yang kekurangan stok telur bebek.

Nah, jika anda berminat, rintislah usaha budidaya itik petelur. Untuk modal investasi awal memang cukup besar. Anda dapat mengajukan kredit perbankan di sekitar anda dengan bunga yang ringan. Karena tidak ada usaha yang tanpa modal.

Perlu diperhatikan sistem budidaya yang intensif dan profesional. Mulai dari kandang, sanitasi, formulasi pakan, hingga penyediaan bibit indukan yang unggul harus diperhatikan. Kedisiplinan dalam pemberian pakan juga mutlak  dan jangan sampai terabaikan jika anda tidak mau bebek-bebek anda tidak bertelur.

Untuk panduan praktis budidaya bebek, dapat anda unduh/ dwonload di sini.


Semoga bermanfaat.
Share:

Bisnis Bertani Jambu Klutuk

Bisnis perkebunan buah-buahan cukup menjanjikan meskipun harus bersaing ketat dengan produk buah impor. Kali ini, Jurnal Inspirasi akan menyajikan info seputar bisnis menanam jambu biji.

Jambu biji atau  dikenal juga dengan jambu kluthuk memiliki nama latin Psidium guajava. Buah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brazil dan sampai ke Indonesia melalui Thailand.

Soal kandungan vitamin, tidak diragukan lagi. Jambu biji memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dari apel dan hampir sebanding dengan jeruk. Jambu biji merah juga dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Itu soal vitamin.

Kembali ke bisnis tanam jambu biji. Permintaan konsumen semakin meningkat  baik untuk dikonsumsi dalam bentuk buah, jus, maupun minuman kemasan (soft drink) berbahan sari buah jambu. Pangsa pasar juga tidak pernah kering dan kemungkinan serangan hama juga tidak terlalu beresiko.

Mungkin kekurangannya adalah masalah waktu. Butuh minimal dua tahun untuk menunggu jambu berbuah. Tapi sesudah itu, dengan perawatan yang maksimal, pohon jambu akan menjadi ivestasi jangka panjang dan warisan untuk anak cucu kita.

Selain itu, pohon jambu yang tergolong kayu keras juga berkontribusi terhadap lingkungan hidup, menjaga struktur tanah dan akarnya dapat mencegah longsor.

Nah, bagi pembaca yang memiliki lahan kosong dan ingin inventasi di bidang perkebunan buah, menanam jambu biji bisa dijadikan pertimbangan. Siapa tahu anda adalah calon petani jambu sukses yang bisa memembus pangsa pasar domestik dan mancanegara

Berikut beberapa resep menanam jambu biji yang bersumber dari cara.media:

Pemilihan Bibit
Pada pembudidayaannya tanaman jambu biji biasa dikembangkan dengan cara cangkok dan diokulasi. Sebaiknya pilih bibit yang unggul seperti jambu bangkok atau jambu merah. Ciri-ciri tanaman induk yang bisa dijadikan bibit adalah yang buah cukup tua, buahnya tidak jatuh dan pecah, dan pilih yang beraneka jenis untuk mencegah persarian silang. Pertama-tama buah dikupas lalu diambil bijinya. Simpan selama 1-2 hari lalu di angin-anginkan selama sehari semalam. Setelah itu rendam dalam larutan air dan larutan asam dengan perbandingan 1:2. Larutan asam dibuat dari asam chlorida (HCl) 25% dan Asam Sulfat. Rendam selama 15 menit, kemudian cuci dengan air tawar sebanyak 3 kali dalam air mengalir selama 10 menit. Angin-anginkan selama sehari semalam. Kemudian biji bisa disemaikan di media semai sampai tumbuh dengan tinggi 5-6 m. Setelah itu lakukan pengokulasian/pencangkokan pada batang yang berdiameter 1 cm dan tumbuh lurus. Setelah tumbuh baik, potong cangkokan dan tanam di lahan tanam.

Media Tanam
Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm. Taburkan pupuk kandang dengan dosis 40 kg per meter persegi, campur secara merata. Selanjutnya buatlah bedengan dengan lebar 1 m dan panjang bisa disesuaikan ukuran lahan. Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 m. Jika tanah ber-pH asam maka taburkan sebanyak 0,5 liter dolomit/lubang tanam, diamkan selama 1 bulan lalu diberi pupuk kandang untuk memberi nutrisi tanah. Jika ingin hasil yang lebih maksimal tambahkan NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon pada bulan pertama dankedua, sedangkan pada bulan ketiga dan ke empat diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon sampai tanaman berbuah.

Masa Tanam
Tanam benih yang sudah siap ditanam dengan jarak 70 cm sampai dengan 1 m. Masukkan dalam lubang yang sudah disiapkan dengan terlebih dahulu dicampur 20 liter pupuk kandang/komos. Penanaman untuk bibit dari biji sedalam 30 cm, sedangkan dari cangkokan atau okulasi sedalam 40 cm. Lakukan penyiraman secara rutin setiap 2 kali sehari saat pagi dan sore hari.

Pemeliharaan
Lakukan penyiangan dan pembatasan percabangan buah maksimal 3 buah/batang, setelah panjang batang 30-50 cm dilakukan pemangkasan. Pada saat tanaman berumur 0-1 tahun, berikan setiap pohon 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gr Urea, dan 20 gr ZA yang diberikan pada lubang sedalam 30 cm dan lebar 40-50 cm disekitar tanaman. Setelah umur 1-3 tahun (berbuah 2 kali), lakukan pemupukan dengan NPK 250 gr/pohon dan TSP 250 gr/pohon dilakukan 3 bulan sekali dengan takaran yang sama. Apabila tanaman sudah berumur 3 tahun keatas, maka lakukan pemangkasan batang dan pemberian pupuk sebanyak 2 kaleng cat minyak/pohon, diberikan pada lubang sedalam 30 cm dan lebar 40-50 cm disekitar tanaman. Lakukan penyiraman selama 2 minggu pertama sebanyak 2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Selanjutnya untuk minggu-minggu berikutnya bisa dikurangi menjadi sekali sehari. Jika jambu biji telah tumbuh baik, penyiraman bisa dilakukan saat diperlukan saja. Baut saluran drainase yang baik agar pengairan tidak tergenang.

Pemanenan
Setelah masuk umur 2-3 tahun maka jambu biji akan mulai berbuah. Jika pembibitan dari cangkokan atau okulasi maka pada umur 6 bulan jambu biji sudah bisa berbuah. Namun buah akan siap di panen setelah 2-3 bulan setelah berbuah. Ciri-ciri buah siap panen adalah keluar aroma sedap, kulitnya yang hijau tua menjadi pudar keputihan untuk jenis bangkok atau menjadi kuning jika jenisnya jambu biji merah.Biasanya dalam setahun bisa dilakukan pemanenan dua kali dengan peanaman dan perawatan yang baik.
Semoga bermanfaat.

Referensi :
id.wikipedia.org

cara.media 
Share:

Definition List

Unordered List

Support