Jurnal Wawasan dan Inspirasi Kehidupan

Bank Sampah, Manajemen Efektif Pengelolaan Sampah

Jangan pernah menganggap enteng masalah sampah. Ya, sampah kadang menjadi musuh paling serius dalam...

Budaya Sambat, Gotong Royong yang Mulai Luntur

Tanpa kita sadari namun sangat kita rasakan, banyak kebaikan dan kearifan yang hilang seiring berjalannya zaman. Dulu, jika..

Programer : Seniman Tingkat Tinggi?

Judul di atas mungkin terlalu “narsis” atau terkesan menempatkan programer pada derajat yang amat terpuji. Tapi agaknya itu yang

Membaca Soekarno, Soeharto dan Indonesia Kita

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya

Sebentar Lagi, Guru Akan Tersingkir?

Kalau hanya untuk menghafalkan materi, tebak-tebakan soal, dan mempelajari keahlian tertentu, tidak usah pakai guru. Pakai komputer saja lebih hebat. Kalau sekolah hanya menjalankan fungsi “pengajaran”, pakai komputer saja. Tidak usah dan tidak perlu bimbingan guru.

Tampilkan postingan dengan label Tentang Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Penulis. Tampilkan semua postingan

TENTANG PENULIS


Al Faqir, Adi Esmawan. Lahir di dukuh kecil nun pelosok bernama dukuh Sigong, Desa Tempuran Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara pada 24 Juni 1993. Kini masih tinggal di dukuh yang sama. Merintis komunitas belajar bersama “Muhibul Qur’an”, sebagai laskar anak-anak dan remaja yang mencintai, mempelajari, menghafalkan dan mendalami Al Qur’an.

Menulis adalah kebiasaan. Berfikir dan berdiskusi adalah rutinitas. Mulai dari obrolan ringan hingga persoalan-persoalan kebudayaan, ekonomi, politik, agama dan kemanusiaan selalu menarik untuk menjadi bahan kajian.

Ah, siapalah “Adi Esmawan” tak perlu dipersoalkan. Ia hanya butiran debu yang masih terombang-ambing dalam kesesatan. Penuh dengan sejuta kekurangan , kealpaan, dan butuh pelbagai masukan dari seluruh pembaca yang budiman. Jangan sungkan untuk add Facebooknya : Adi Ismavean atau folow twiter @begawan adhiyasa.


Salam hormat dan takdim untuk semuanya.
Kemudian...

Ada yang keren dari pernyataan Le Lacoca, “Anda punya gagasan cemerlang? Jika tidak diungkapkan, gagasan anda tidak beranjak kemanapun! Nah, anda tersindir?

Siapa tau, anda adalah mutiara terpendam yang punya potensi gagasan cemerlang. Entah di bidang apapun : olahraga, desain grafis, matematika, budaya, oceanografi, seni lukis, seni musik dan lainya. Namun semua bakat itu, jika tidak diungkap dan dishare kepada orang lain, tak ada gunanya.

Ada dua metode untuk ungkapkan ide cemerlang anda. Pertama, adalah melalui bahasa lisan atau spech ach. Misalnya melalui pidato, presentasi, orasi dan sejenisnya. Media yang digunakan bisa melalui radio, mimbar bebas, saat khutbah hari besar keagamaan, atau saat anda diundang oleh televisi nasional.

Metode kedua adalah melalui bahasa tulisan atau incription. Bahasa tulisan adalah mengjewantahkan pemikiran melalui rangkaian kata yang terpadu menjadi kalimat sistematis dan bermakna. Apapun bidang anda, misalnya strategi dalam olahraga dan inovasi seni musik.

Namun, menulis dan menuangkan gagasan ke dalam tulisan bukan perkara mudah. Bahkan, ada yang sampai berjam-jam tidak sanggup menulis barang satu kalimatpun. Nah, lho. Apalagi yang punya hobi menjiplak alias  plagiat. Itu tindakan memalukan.

Berikut resep jitu, minimal teori yang wajib anda pahami bagaimana menuangkan gagasan.

Langkah Pertama
Share:

Definition List

Unordered List

Support